Senin, 06 Juni 2011

Sebuah Sikap Yang Sehat

Oleh :
 Arie Asnaldi, S.pd

 
Sikap/perilaku adalah sebuah kata yang penting untuk dimengerti pada waktu kita memikirkan tentang kehidupan yang sehat. Kita mendengar ada sikap yang benar dan ada sikap yang salah. Apakah yang membuatnya berbeda apabila kita mempunyai salah satunya? Sikap itu menentukan bagaimana kita menghadapi kesulitan-kesulitan, masalah-masalah, sakit penyakit, keberhasilan dan pekerjaan - segala sesuatu yang terjadi pada kita setiap hari. Adalah penting bagi kita untuk mengetahui pengaruh dari sikap-sikap itu sendiri. Orang yang sukses atau gagal tergantung pada bagaimana mereka bereaksi pada situasi kehidupan ini.
Sikap yang angkuh akan menjauhkan kita dari teman. Sikap yang mencurigakan akan merenggangaon persahabatan. Yang lebih penting lagi, sikap-sikap tersebut berpengaruh pada kesehatan kita. Jadi, tingkah laku apakah yang merusak dari sikap itu sendiri?
Ketika anda diabaikan dan sementara orang lain mendapatkan promosi, bagaimana perasaanmu? Ketika anda diberitahu bahwa penyakit gula anda mempengaruhi bagian mata anda dan secara perlahan-lahan kehilangan penglihatan, apakah yang anda pikirkan di benak anda?
Banyak orang menjadi sangat tidak enak, marah, dan jengkel. Mereka berbicara tidak ramah pada orang yang mereka sayangi. Mereka menjadi tidak sabar pada pendeta, bahkan mereka menjadi marah pada Tuhan. Yang lain beralih ke obat-obat bius, alkohol, atau jenis makanan untuk melupakan semua itu.
Bahkan yang lainnya berpikir seperti tidak ada yang berubah-seperti burung unta dengan kepalanya di pasir, seolah-olah bahwa tidak ada masalah terdapat disana.
Kadang-kadang penting bagi kita untuk merasakannya sendiri sampai kita sudah siap menghadapi situasi dan melihat apa yang baik dari situ, bagaimana Tuhan akan mengubah situasi ini atau masalah-masalah yang terjadi sehingga itu dapat membuat kita lebih dekat padaNya dan mengajar kita untuk lebih mengandalkanNya. Pada waktu kita melakukan hal tersebut, kita tidak akan menanggung beban sendirian tetapi kita mendapat pertolongon yang terbaik di dunia; kekuatan dan pertolongan dari Yesus sendiri. Masalah dan rasa sakit adalah bagian yang normal dalam hidup kita, tetapi dengan pertolongon Yesus, kita dapat menerima tanggung jawab untuk bekerja dengan bijaksana dan mempunyai jalan keluar dalam menyelesaikan masalah-masalah kita.
Ketidakmampuan untuk menerima kenyataan bahwa kepedihan dan kesulitan-kesulitan itu merupakan hal yang biasa dalam hidup ini, dapat membawa kita pada rasa sakit pikiran, bahkan juga pada masalah kesehatan tubuh dan penyakit lain. Lebih dari seratus tahun yang lalu, E G White, seorang penulis terkenal menuliskan:
Penyakit pikiran terjadi dimana-mana. Sembilan dari sepuluh penyakit yang diderita manusia berasal dari pikiran.
Stress adalah sesuatu yang normal yang sering kita alami yang memungkinkan kita tidak dapat melakukan pekerjaan kita, mengadakan janji yang tepat waktu, dll. Jika kita larut atau terbawa dengan masalah-masalah itu dan lupa untuk minta pertolongan Tuhan, tekanan ini bukan lagi stress yang baik tetapi merupakan tekanan. Semua ini bisa membuat kita sakit tulang belakang, pusing-pusing, tekanan darah tinggi, dll
Para peneliti mengatakan bahwa walaupun pola hidup berubah seperti, makan makanan yang bergizi, memulai latihan aerobik, tidur 6-8 jam setiap malam, berpantang pada alkohol, rokok dan obat-obat berbahaya lainnya, jika tingkat tekanan atau stress tetap tinggi, untuk jadi sehat sangatlah lambat. 44 juta orang Amerika menderita karena tekanan darah dan 7 juta orang lainnya menderita penyakit-penyakit ringan, dimana kedua kondisi ini disebabkan karena stress yang begitu lama yang tak terselesaikan.
Sebab itu, sangatlah penting untuk kita ketahui bagaimana mengatasi masalah yang kita hadapi tanpa mengalami stress. Kecemasan dapat menyebabkan masalah kesehatan.

Pikiran, merupakan faktor penentu dalam kesehatan
Pikiran merupakan faktor penyebab penyakit, dan pada saat yang sama pikiran juga menjadi faktor yang menentukan bagi kesehatan. Anda dapat meningkatkan kesehatan anda dengan memiliki kebahagiaan dalam hati anda. Suatu eksperimen telah dilakukan di UCLA (Universitos California Los Angeles) dimana dua sampel (contoh) darah diambil dari seorang sukarelawan. Contoh darah pertama digunakan sebagai dasar, dan kemudian contoh darah kedua diambil 5 menit kemudian. Selama masa berselang, orang tersebut diberikan suatu keadaan dimana dia dapat merasakan sesuatu yang menyenangkan, dan secara umum mengalami emosi yang sehat. Pemikiran yang menyenangkan tersebut dirasakan sebagai kekuatan (penguat) dan perangsang. Dalam waktu yang hanya 5 menit, hasilnya menunjukkan 53% peningkatan secara menyeluruh pada komponen sistem kekebalan, apakah itu sel Polymorphonuclear (sel pembunuh) atau getah bening, dsb.
Jadi, pikiran yang baik adalah merupakan faktor penentu dalam kesehatan Sebagai satu komponen dalam sistem kekebalan.

Peningkatan terendah pada NK sel - sebanyak 30% (NK sel adalah salah satu komponen pada sistem kekebalan yang memiliki kapasitas pelindung untuk melawan sel kanker).
Peningkatan tertinggi adalah T lymphocytes sebanyak 200% (T lymphocyte adalah pengaruh utama dan sel pengatur pada sistem kekebalan).
Suatu eksperimen yang berbeda yang dilakukan oleh Dr. Lee S. Berk dari Rumah Sakit Universitos Loma Linda, ditemukan bahwa pada saat seseorang mengalami emosi yang positif, ada suatu perubahan dalam produksi hormon: pembiakan yang berarti dalam pembiakan sel-sel kekebalan tubuh; begitu sel kekebalan kita meningkat kita memiliki kekebalan yang lebih baik.
Peningkatan sel kekebalan disertai dengan tanda penurunan pada Kortisol, suatu hormon yang kita ketahui memiliki kemampuan untuk menekan kekebalan.
Dr. David C. McClelland, yang dahulu berada di Universitos Harvard, dan kemudian di Universitas Boston, mengukur konsentrasi air liur immunoglobulin A setelah para sukarelawan itu diberikan film-film mengenai Ibu Teresa selama 50 menit. Film tersebut dirancang untuk merangsang emosi positif seseorang. Dia menemukan air liur immunoglobulini A meningkat secara nyata. Tetapi , setelah para sukarelawan yang sama diberikan tontonan film dokumenter mengenai Nazi dalam Perang Dunia ke II (dirancang untuk membangkitkan emosi negatif seperti kemarahan) air liur immunoglobulini A tidak menunjukkan adanya perubahan-perubahan yang cukup besar. Air liur immunoglabulin A adalah suatu komponen pada sistem kekebalan, yang diyakini memiliki kapasitas perlindungan untuk melawan virus. Sebagian dari tubuh kita yang merupakan ciptaan Allah yang ajaib adalah mekanisme pertahanan yang berada di pintu masuk utama pada waktu bakteri dan kuman masuk ke dalam mu!ut dan mencoba menyerang tubuh kita. Tingkat immunoglobulin A yang tinggi pada air liur ini melindungi kita dari penyakit.
Bacalah Firman Tuhan dalam Amsal 17:22,
"Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang"
Pikiran memang faktor penentu dalam memiliki suatu kehidupan yang sehat. Pertanyaannya adalah: Bagaimana kita mengontrol pikiran kita supaya bebas dari stress, ketegangan, kegelisahan, kesedihan, rasa bersalah dan memiliki hati yang gembira dan pikiran yang damai untuk memperoleh kesehatan yang optimal? JAWABNYA IALAH MELALUI DIA !!!!!!!
Matius 11:28, Marilah kepadaKu semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.
Ya, hanya melalui Kristuslah kita dapat memperoleh sukacita, memiliki pikiran yang damai. Hanya Kristuslah yang dapat memberi kita kelegaan sejati pada saat kita dibebani beban berat, yang memberikan pikiran damai.
Damai yang Kristus beri, adalah damai yang berbeda
Damai dapat dirasakan walaupun krisis keuangan menimpa.
o Damai dimana Paulus dan Silas pernah mengalaminya, walaupun kesusahan (luka dan darah) menimpa, sehingga mereka dapat tetap berdoa dan bernyanyi kepada Tuhan dalam ruangan bawah tanah tempat dimana mereka di tahan.
o Damai dimana John Huss pernah mengalaminya. Dia dapat tetap bernyanyi, "Yesus, anak Daud, bermurah hati pada saya" hingga suaranya menghilang selamanya ditelan api yang membakar tubuhnya.
Orang yang bergembira dan bahagia adalah karena mereka mengatasi masalah-masalah dan penderitaan hidup dengan penuh bijaksana, bukan karena mereka tidak mempunyai masalah dan penderitaan. Mereka menyadari bahwa masalah dan penderitaan adalah penting bagi pertumbuhan mental dan spiritual. Jauh dari keluhan-keluhan mengenai situasi atau penderitaan-penderitaan itu, kita harus berterima kasih karenanya. Ayub 5:11, "Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan yang Mahakuasa."
Orang saleh pun memiliki banyak masalah. Namun, pada saat mereka menyadari keadaan mereka dan sangat membutuhkan pertolonganNya, mereka berdoa dan Tuhan menolong mereka. Ketergantungan pada Tuhan mendorong mereka bertumbuh, gembira dan bahagia. Selain itu, tiap kali anda mengatasi dengan benar-benar masalah-masalah yang anda hadapi, anda meningkatkan kesehatan dan kekuatan mental anda.
"Kecemasan adalah buta, dan tidak dapat melihat masa depan; tetapi Yesus dapat melihat dari awal hingga akhir. Dalam setiap kesusahan Dia mempunyai cara dalam memberikan kelegaan. Bapa kita di surga memiliki 1000 cara untuk menyediakannya bagi kita, yang kita tidak ketahui sama sekali. Mereka yang melayani dan menghormati Allah tidak akan merasa kebingungan dan akan memperoleh jalannya"  Ellen G White.
Tidak ada satupun yang terjadi tanpa sepengetahuanNya dan itu semua adalah yang terbaik bagi kita. Menerima segala masalah-masalah dan penderitaan hidup dengan bersyukur berdasarkan Roma 8:28 "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah"   Segala sesuatu bekerja sama demi kebaikan kita. Adalah keuntungan bagi kita apabila kita berharap padaNya saat kita mengatasi segala masalah dan penderitaan dengan penuh tanggung jawab.
Yesaya 26:4, "Percayalah kepada Tuhan selama-lamanya, sebab Tuhan Allah adalah gunung batu yang kekal". Jika kita benar-benar percaya padaNya, hasilnya akan dinyatakan seperti dalam Yesaya 26:3, "Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepadaMu-lah ia percaya"
Ya, jika kita percaya pada Tuhan, kita akan mengalami kedamaian yang sempurna. Sempurna artinya suatu sikap yang sehat !
Nenek Clemmons berusia 94 tahun. Dia adalah seorang yang sangat rajin. Dia mencintai kehidupan. Dia mengasihi Allah. Dia mengasihi keluarganya. Dia menyukai pekerjaannya. Dia telah menghabiskon waktunya setiap pagi untuk membersihkan jendela. Pada jam 11:00 pagi, tampaknya sesuatu telah terjadi padanya. Pada siang hari, pada saat dia masuk ke rumah dia mengatakan pada anak-anaknya, "Saya kira waktu saya telah tiba. Siapkan segala sesuatunya." Sore itu pada jam 3:00, dia meninggal dunia. Tidak ada penderitaan, tidak ada penyakit yang menghilangkan keberaniannya. Dia adalah seorang yang sangat bersyukur baik di dalam kematiannya begitu juga pada masa kehidupannya. Dia telah menjalankan kehidupannya hanya dalam perlindungan Tuhan, kecemasan dan rasa takut telah hilang selamanya. Keluarganya mendapat kekuatan melihat kegigihan imannya dan dia adalah berkat bagi setiap orang yang datang kepadanya. "Tuhan Allah, biarlah kiranya Engkau memberikan kami kepercayaan dan keyakinan diri yang sama didalam Mu."
Oleh:
Arie Asnaldi, S.pd


Sebelum kita membahas tentang pengertian secara mendalam mengenai Pendidikan Jasmani, Maka kita melihat dulu bagaimana dengan sejarah dan perkembangan Pendidikan Jasmani di Indonesia, supaya lebih paham dan lebih mengerti tentang pendidikan jasmani dalam peroses pembelajaran yang terjadi di Sekolah Dasar.

A. Pengertian pendidikan jasmani
            Pengertian Pendidikan jasmani dari para ahli berbeda-beda secara konsep dasar namun secara perinsip baleh dikatakan sama, yang  menggunakan aktivitas fisik untuk menghasilkan kebugaran secara menyeluruh dari kondisi  fisik, mental, dan emosional seseorang. Pendidikan jasmani ada dalam realitas bidang perhatian yang luas. Dasarnya adalah perbaikan dan kemampuan gerak manusia. Lebih khusus lagi, ia berkaitan dengan hubungan antara gerak manusia dengan bidang-bidang pengetahuan lainnya, disini juga dapat dilihat hubungan antara perkembangan jasmani terhadap pikiran, jiwa, prilaku dalam bermasyarakat yang perlu dikembangkan. Definisi Pendidikan Jasmani Salah satu definisi yang paling akhir ditulis oleh Jesse Feiring Williams: “Pendidikan Jasmani adalah tentang sejumlah aktivitas-aktivitas fisik manusia yang dipilih, dan dilaksanakan dengan maksud untuk mencapai hasil yang bermanfaat bagi tubuh”. William menekankan satu hal bahwa walaupun pendidikan jasmani diartikan mengajar dengan fisik, melalui penggunaan aktivitas-aktivitas fisik, tujuannya adalah melampaui fisik tersebut. Ia mencoba untuk mempengaruhi semua bidang perkembangan pendidikan, termasuk pertumbuhan mental dan sosial para siswa. Sementara tubuh diperbaiki secara fisik, pikiran harus mempelajari dan mengembangkan, dan harus ada juga perkembangan sosial, seperti belajar bekerja sama dengan orang lain.
            Harrold M. Barrow menempatkan pendidikan jasmani ke dalam konteks tujuan pengembangan pendidikan tradisonal secara luas, dengan menyatakan :
Pendidikan jasmani dapat didefinisikan sebagai “sebuah pendidikan melalui gerakan manusia di mana banyak tujuan-tujuan kependidikan dicapai dengan maksud aktivitas-aktivitas otot dalam olahraga, pertandingan, senam, tari (dansa) dan pemanasan”. Yang hasilnya adalah seseorang yang dididik secara jasmani.
Dalam menempatkan pendidikan jasmani ke dalam total pengalaman kependidikan, Barrows menekankan bahwa pengalaman pendidikan jasmani harus berhubungan dengan proses pendidikan total dan keseluruhan hidup pada masing-masing manusia.
Jan Felshin menyatakan bahwa pendidikan jasmani terfokus pada usaha dan aktivitas otot besar. Pendidikan jasmani tidak lagi dihubungkan dengan gerakan manusia pada saat bekerja. Ia sudah terfokus pada gerakan fisik dalam bermain, berolahraga, dan gerakan fungsi dasar dari tubuh manusia.
Sedangkan menurut Margono (1996) menyatakan bahwa Pendidikan  jasmani adalah proses pemenuhan kebutuhan  pribadi  siswa yang meliputi  aspek  kognitif, efektif, dan psikomotor yang secara eksplisif dapat  terpuaskan melalui  semua bentuk kegiatan jasmani yang diikutinya  dan menurut Sujudi (2006) Pendidikan Jasmani dalah prose pendidikan yang mmemanfaatkan aktivitas manusia  yang direncanakan secara sistimatis untuk menigkatkan aspek kognitif, afektif dan psikomotor.
Dari beberapa definisi di atas, maka dasar pokok pemikiran tersebut, dapat dikembangkan sebagai berikut;
1.    Pendidikan jasmani dilaksanakan sesuai dengan maksudnya; yaitu, semacam aktivitas jasmani atau beberapa macam gerakan yang dilibatkan.
2.    Aktivitas jasmani biasanya dilakukan cukup semangat, ia dihubungkan dengan gerakan motorik kasar, dan kemampuan yang ada tidak harus dikembangkan dengan baik atau mutu tinggi untuk memperoleh manfaatnya.
3.    Walaupun siswa tersebut memperoleh manfaat-manfaat ini melalui sebuah proses fisik, manfaat pendidikan tersebut bagi siswa juga meliputi
Perbaikan area non-fisik seperti pertumbuhan intelektual, sosial dan estetika.
            Dengan demikian Pendidikan Jasmani adalah  proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani yang direncanakan secara sistimatik, yang bertujuan untuk meningkatkan individu secara organik, neromaskuler , perseptual, kognitif dan emosional.  Ringkasnya, maksud dari pendidikan jasmani adalah jelas: Pendidikan jasmani menggunakan fisik untuk mengembangkan keseluruhan masing-masing siswa. Hal ini merupakan sifat bahwa pendidikan jasmani bukan merupakan bagian dari wilayah pendidikan lainnya. Kita harus memandang istilah jasmani dengan luas, dengan latar belakang yang lebih abstrak, sebagai sebuah keadaan dari pikiran sebagaimana halnya dengan tubuh manusia.
                   Berdasarkan pengertian tersebut, maka pelaksanaan Pendidikan Jasmani dilapangan  harus memahami asumsi dasar sebagai berikut:
1.    Pembelajaran Pendidikan Jasmani adalah proses pendidikan berpusat kepada siswa.
2.    Pembelajaran Pendidikan Jasmani  harus memfokuskan pada keunikan dan perbedaan individu
3.    Pembelajaran Pendidikan Jasmani  harus mengutamatakan  kebutuhan siswa ke arah pertumbuhan  dan kematangan di dalam semua domain, yaitu kognitif, afaktif, dan psikomotor
4.    Hasil pembelajaran Pendidikan Jasmani  harus dikaitkan dengan kebutuhan  yang dapat dicapai secara nyata.
5.     Pembelajaran  yang melibatkan kegiatan fisik  yang dilakukan meliputi semua pengalaman gerak dasar kompetitif dan ekspresi
Selanjutnya menurut Annarino, et all (1990) ada  delapan ciri program Pendidikan Jasmani yang baik, yaitu :
1.    Merupakan  salah satu bagian  integral yang tak  terpisahkan  dari usaha  pendidikan sekolah secara keseluruhan.
2.    Merupakan salah satu  proses  yang dapat memberikan pengalaman  secara  seimbang serta akan mendorong pertumbuhan  dan perkembanga di dalam domai fisik, serta , psikomotor, kognitif, dan afektif
3.    Harus disarakan  pada interes, kebutuhan tujuan , dan kemampuan dari siswa  yang dilayani.
4.    Memberi pengalaman yang dikaitkan  dengan bidang-bidang  dasar kehidupan dan sesuai dengan tingkat kematangan  peserta didik.
5.    Bagian integral dari masyarakat  yang dilayani.
6.    Tersedia fasilitas yang memadai, alokasi dan waktu yang  cukup, peralatan yang memadai , kepemimpinan , dorongan  dan memberikan  suatu gerak  dari kegiatan  yang diinginkan  oleh siswa seluas-luasnya
7.    Suatu kerja sama yang lebih  dekat dengan petunjuk  program sekolah
8.    salah satu cara untuk mempercepat dan mendorong pertumbuhan  yang profesional  dan kesejahteraan  guru harus terlibat  di dalamnya.
                   Berdasarkan uraian di atas, maka filosofi Pendidikan Jasmani  modern Bucher  (1999) mengatakan, program pebelajaran  penjas di Sekolah  harus didasarkan pada komponen, yaitu:

1.    Berpusat pada siswa
2.    Disesuaikan dengan  lingkungan sekolah
3.    Didasarkan pada  perhatian  dan keinginan  anak  yang dihubungkan  dengan sekolah.
4.    Guru sebagai pemandu merencanakan  program  kegiatan bersama-sama siswa.
5.    Dipusatkan  pada pengembangan  anak  secara total, fisik, emosional, dan sosial  yang perlu  di sempurnakan  dan  ditambah dengan kebutuhan  mental.
6.    Pelajaran pribadi  secara langsung, memberikan kesempatan  untuk menunjukkan  kreativitas  sosialisasi, pemecahan masalah, dan bereksperimen.
7.     Berhubungan dengan masyarakat dan bekerja  sama dengan  keluarga.
8.    Kurikulum yang Universal
9.    Disiplin pribadi dan membantu lingkungan sekolah
10. Menjamin pengembangan siswa secara individu.
11. Dilaksanakan melalui ide-ide baru dalam belajar.
                   Berdasarkan penjelasan tentang pelaksanakan Pendidikan Jasmani di lapangan harus memahami tentang keadaan siswa sebagai obyek pembelajaran, kurikulum, sarana dan prasaranan dan bekerja sama dengan siswa dan  masyarakat serta orang tua , dalam proses pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Jasmani di sekolah.

B. Tujuan  Pendidikan Jasmani di Sekolah
                   Tujuan  Pendidikan Jasmani yang ingin di capai  dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani  di Sekolah   menurut kurikulum KBK tahun 2004  adalah:
1.    Melaksanakan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai dalam Pendidikan Jasmani.
2.    Membangun  landasan kepribadian yang kuat, sikap cinta damai , sikap sosial dan toleransi  dalam konteks kemajemukan  budaya etnis  dan agama.
3.    Menumbuhkan kemampuan berfikir  kritis melalui pelaksanaan tugas –tugas ajar Pendidikan Jasmani.
4.    Mengembangkan sikap  sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, kerjasama , percaya diri dan demokratis  melalui aktivitas jasmani , permainan  dan olahraga.
5.    Mengembangkan  keterampilan  gerak dan keterampilan berbagai macam permainan dan olahraga  seperti: permainan dan olahraga, aktivitas  pengembangan, uji diri/senam, aktivitas ritmik, akuatik (aktivitas air), dan pendidikan luar kelas (outdoor education)
6.    Mengembangkan keterampilan  pengelolaan  diri dalam upaya pengembangan  dan pemeliharaan  kebugaran jasmani, serta  pola hidup sehat  melalui berbagai  aktivitas  jasmani dan olahraga.
7.    Mengembangkan keterampilan  untuk menjaga  kesimbangan diri sendiri dan olarang lain.
8.    Mengetahui dan memehami  konsep aktivitas  jasmani  dan olahraga sebagai sebagi informasi untuk mencapai kesehatan , kebugaran , dan pola hidup sehat.
9.    Mampu mengisi waktu luang dengan aktivitas jasmani  yang bersifat kreatif .  
                   Sedangkan menurut Bucher (1979:45) ada 5 tujuan yang hendak dicapai melalui pendidikan jasamni , yaitu :
1.    Organik, aspek ini terkait dengan masalah kemampuan siswa mengembangkan kekuatan otot, daya tahan kardiovaskuler, dan kelentukan.
2.    Neuromuskuler. Aspek ini terkait dengan masalah kemampuan siswa dalam mengembangkan keterampilan lokomotor, kerampilan non lokomotor, dan bentuk-bentuk  keterampilan  dasar permainan, faktor-faktor gerak, keterampilan  olahraga  dan rekreasi.
3.    Interperatif. Aspek ini berkaitan dengan masalah kemauan siswa untuk menyelidiki, menemukan, memperoleh pengetahuan  dan membuat  penilaian . Memahami peraturan  permainan, megukur keamanan, dan tata cara  atau sopan santun, dan disiplin. Menggunakan strategi  dan tehnik  yang termasuk  didalam kegiatan organisasi. Mengetahui fungsi-fungsi tubuh yang berhubungan dengan aktivitas  fisik. Menggunakan evaluasi, dan penilaian  yang dihubungkan  dengan jarak, waktu, ruang, tenaga, kecepatan, dan ketentuan yang  digunakan  dalam pelaksanakan pembelajaran. Dan tak lupa memahami faktor pertumbuhan dan perkembangan umur anak yang berhubungan dengan gerak.
4.    Sosial. Aspek ini terkait  dengan masalah kemampuan siswa melakukan penilaian terhadap diri sendiri dan oranglain  dengan menghubungkan  individu  untuk masyarakat  dan lingkungannya. Kemampuan dalam membuat penilaian dalam suatu situasi kelompok. Belajar berkomunikasi  dengan orang lain. Berkemampuan  untuk merubah  dan menilai  ide-ide dalam kelompok. Pengembangan  dan  fase-fase sosial dari kepribadian,  dan nilai  agar menjadi  anggota masyarakat yang berguna. Mengembangkan  sifat-sifat kepribadian yang positif. Belajar untuk membangun  waktu senggang yang bermanfaat. Mengembangkan sikap yang mengambarkan karakter moral yang baik.
5.    Emosional. Aspek ini terkait dengan masalah kemampuan siswa melakukan  respon  yang sehat terhadap  kegiatan fisik melalui pemenuhan kebutuhan –kebutuhan dasar. Mengembangkan tindakan-tindakan  positif dalam menonton dan keikutsertaan  baik  pada saat berhasil maupun  kalah. Menyalurkan tekanan  melalui kegiatan –kegiatan fisik yang bermanfaat. Mencari jalan keluar untuk ekspresi  dan kreativitas untuk didri-sendiri. Mewujudkan suatu pengalaman seni berasal  dari kegiatan-kegiatan  yang terkait . berkemampuan untuk memiliki kegembiraan atau kesengsaraan.
                   Kemudian Pendidikan Jasmani Menurut Gabbar (1975) ada tiga tujuan  pokok yang harus dicapai, yaitu  a) psikomotor, b)kognitif, c) afektif. Aspek pskomotor meliputi pertumbuhan biologis, kebugaran  yang berhubungan dengan kesehatan dan keterampilan, efisiensi di dalam gerakan, dan sekumpulan dari keterampilan gerak. Aspek kognitif merupakan  kemampuan untuk berpikir (penelitian, kreativitas, dan pemecahan masalah secepat mungkin) kemampuan perseptual, kesadaran gerak, dan dukungan atau dorongan akademik. Aspek afektif meliputi kegembiraan , konsep diri, sosialaisasi, kerja sama (hubungan kelompok), sikap dan apresiasi untuk aktivitas fisik.

Sebuah Sikap Yang Sehat

Oleh :
 Arie Asnaldi, S.pd

 
Sikap/perilaku adalah sebuah kata yang penting untuk dimengerti pada waktu kita memikirkan tentang kehidupan yang sehat. Kita mendengar ada sikap yang benar dan ada sikap yang salah. Apakah yang membuatnya berbeda apabila kita mempunyai salah satunya? Sikap itu menentukan bagaimana kita menghadapi kesulitan-kesulitan, masalah-masalah, sakit penyakit, keberhasilan dan pekerjaan - segala sesuatu yang terjadi pada kita setiap hari. Adalah penting bagi kita untuk mengetahui pengaruh dari sikap-sikap itu sendiri. Orang yang sukses atau gagal tergantung pada bagaimana mereka bereaksi pada situasi kehidupan ini.
Sikap yang angkuh akan menjauhkan kita dari teman. Sikap yang mencurigakan akan merenggangaon persahabatan. Yang lebih penting lagi, sikap-sikap tersebut berpengaruh pada kesehatan kita. Jadi, tingkah laku apakah yang merusak dari sikap itu sendiri?
Ketika anda diabaikan dan sementara orang lain mendapatkan promosi, bagaimana perasaanmu? Ketika anda diberitahu bahwa penyakit gula anda mempengaruhi bagian mata anda dan secara perlahan-lahan kehilangan penglihatan, apakah yang anda pikirkan di benak anda?
Banyak orang menjadi sangat tidak enak, marah, dan jengkel. Mereka berbicara tidak ramah pada orang yang mereka sayangi. Mereka menjadi tidak sabar pada pendeta, bahkan mereka menjadi marah pada Tuhan. Yang lain beralih ke obat-obat bius, alkohol, atau jenis makanan untuk melupakan semua itu.
Bahkan yang lainnya berpikir seperti tidak ada yang berubah-seperti burung unta dengan kepalanya di pasir, seolah-olah bahwa tidak ada masalah terdapat disana.
Kadang-kadang penting bagi kita untuk merasakannya sendiri sampai kita sudah siap menghadapi situasi dan melihat apa yang baik dari situ, bagaimana Tuhan akan mengubah situasi ini atau masalah-masalah yang terjadi sehingga itu dapat membuat kita lebih dekat padaNya dan mengajar kita untuk lebih mengandalkanNya. Pada waktu kita melakukan hal tersebut, kita tidak akan menanggung beban sendirian tetapi kita mendapat pertolongon yang terbaik di dunia; kekuatan dan pertolongan dari Yesus sendiri. Masalah dan rasa sakit adalah bagian yang normal dalam hidup kita, tetapi dengan pertolongon Yesus, kita dapat menerima tanggung jawab untuk bekerja dengan bijaksana dan mempunyai jalan keluar dalam menyelesaikan masalah-masalah kita.
Ketidakmampuan untuk menerima kenyataan bahwa kepedihan dan kesulitan-kesulitan itu merupakan hal yang biasa dalam hidup ini, dapat membawa kita pada rasa sakit pikiran, bahkan juga pada masalah kesehatan tubuh dan penyakit lain. Lebih dari seratus tahun yang lalu, E G White, seorang penulis terkenal menuliskan:
Penyakit pikiran terjadi dimana-mana. Sembilan dari sepuluh penyakit yang diderita manusia berasal dari pikiran.
Stress adalah sesuatu yang normal yang sering kita alami yang memungkinkan kita tidak dapat melakukan pekerjaan kita, mengadakan janji yang tepat waktu, dll. Jika kita larut atau terbawa dengan masalah-masalah itu dan lupa untuk minta pertolongan Tuhan, tekanan ini bukan lagi stress yang baik tetapi merupakan tekanan. Semua ini bisa membuat kita sakit tulang belakang, pusing-pusing, tekanan darah tinggi, dll
Para peneliti mengatakan bahwa walaupun pola hidup berubah seperti, makan makanan yang bergizi, memulai latihan aerobik, tidur 6-8 jam setiap malam, berpantang pada alkohol, rokok dan obat-obat berbahaya lainnya, jika tingkat tekanan atau stress tetap tinggi, untuk jadi sehat sangatlah lambat. 44 juta orang Amerika menderita karena tekanan darah dan 7 juta orang lainnya menderita penyakit-penyakit ringan, dimana kedua kondisi ini disebabkan karena stress yang begitu lama yang tak terselesaikan.
Sebab itu, sangatlah penting untuk kita ketahui bagaimana mengatasi masalah yang kita hadapi tanpa mengalami stress. Kecemasan dapat menyebabkan masalah kesehatan.

Pikiran, merupakan faktor penentu dalam kesehatan
Pikiran merupakan faktor penyebab penyakit, dan pada saat yang sama pikiran juga menjadi faktor yang menentukan bagi kesehatan. Anda dapat meningkatkan kesehatan anda dengan memiliki kebahagiaan dalam hati anda. Suatu eksperimen telah dilakukan di UCLA (Universitos California Los Angeles) dimana dua sampel (contoh) darah diambil dari seorang sukarelawan. Contoh darah pertama digunakan sebagai dasar, dan kemudian contoh darah kedua diambil 5 menit kemudian. Selama masa berselang, orang tersebut diberikan suatu keadaan dimana dia dapat merasakan sesuatu yang menyenangkan, dan secara umum mengalami emosi yang sehat. Pemikiran yang menyenangkan tersebut dirasakan sebagai kekuatan (penguat) dan perangsang. Dalam waktu yang hanya 5 menit, hasilnya menunjukkan 53% peningkatan secara menyeluruh pada komponen sistem kekebalan, apakah itu sel Polymorphonuclear (sel pembunuh) atau getah bening, dsb.
Jadi, pikiran yang baik adalah merupakan faktor penentu dalam kesehatan Sebagai satu komponen dalam sistem kekebalan.

Peningkatan terendah pada NK sel - sebanyak 30% (NK sel adalah salah satu komponen pada sistem kekebalan yang memiliki kapasitas pelindung untuk melawan sel kanker).
Peningkatan tertinggi adalah T lymphocytes sebanyak 200% (T lymphocyte adalah pengaruh utama dan sel pengatur pada sistem kekebalan).
Suatu eksperimen yang berbeda yang dilakukan oleh Dr. Lee S. Berk dari Rumah Sakit Universitos Loma Linda, ditemukan bahwa pada saat seseorang mengalami emosi yang positif, ada suatu perubahan dalam produksi hormon: pembiakan yang berarti dalam pembiakan sel-sel kekebalan tubuh; begitu sel kekebalan kita meningkat kita memiliki kekebalan yang lebih baik.
Peningkatan sel kekebalan disertai dengan tanda penurunan pada Kortisol, suatu hormon yang kita ketahui memiliki kemampuan untuk menekan kekebalan.
Dr. David C. McClelland, yang dahulu berada di Universitos Harvard, dan kemudian di Universitas Boston, mengukur konsentrasi air liur immunoglobulin A setelah para sukarelawan itu diberikan film-film mengenai Ibu Teresa selama 50 menit. Film tersebut dirancang untuk merangsang emosi positif seseorang. Dia menemukan air liur immunoglobulini A meningkat secara nyata. Tetapi , setelah para sukarelawan yang sama diberikan tontonan film dokumenter mengenai Nazi dalam Perang Dunia ke II (dirancang untuk membangkitkan emosi negatif seperti kemarahan) air liur immunoglobulini A tidak menunjukkan adanya perubahan-perubahan yang cukup besar. Air liur immunoglabulin A adalah suatu komponen pada sistem kekebalan, yang diyakini memiliki kapasitas perlindungan untuk melawan virus. Sebagian dari tubuh kita yang merupakan ciptaan Allah yang ajaib adalah mekanisme pertahanan yang berada di pintu masuk utama pada waktu bakteri dan kuman masuk ke dalam mu!ut dan mencoba menyerang tubuh kita. Tingkat immunoglobulin A yang tinggi pada air liur ini melindungi kita dari penyakit.
Bacalah Firman Tuhan dalam Amsal 17:22,
"Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang"
Pikiran memang faktor penentu dalam memiliki suatu kehidupan yang sehat. Pertanyaannya adalah: Bagaimana kita mengontrol pikiran kita supaya bebas dari stress, ketegangan, kegelisahan, kesedihan, rasa bersalah dan memiliki hati yang gembira dan pikiran yang damai untuk memperoleh kesehatan yang optimal? JAWABNYA IALAH MELALUI DIA !!!!!!!
Matius 11:28, Marilah kepadaKu semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.
Ya, hanya melalui Kristuslah kita dapat memperoleh sukacita, memiliki pikiran yang damai. Hanya Kristuslah yang dapat memberi kita kelegaan sejati pada saat kita dibebani beban berat, yang memberikan pikiran damai.
Damai yang Kristus beri, adalah damai yang berbeda
Damai dapat dirasakan walaupun krisis keuangan menimpa.
o Damai dimana Paulus dan Silas pernah mengalaminya, walaupun kesusahan (luka dan darah) menimpa, sehingga mereka dapat tetap berdoa dan bernyanyi kepada Tuhan dalam ruangan bawah tanah tempat dimana mereka di tahan.
o Damai dimana John Huss pernah mengalaminya. Dia dapat tetap bernyanyi, "Yesus, anak Daud, bermurah hati pada saya" hingga suaranya menghilang selamanya ditelan api yang membakar tubuhnya.
Orang yang bergembira dan bahagia adalah karena mereka mengatasi masalah-masalah dan penderitaan hidup dengan penuh bijaksana, bukan karena mereka tidak mempunyai masalah dan penderitaan. Mereka menyadari bahwa masalah dan penderitaan adalah penting bagi pertumbuhan mental dan spiritual. Jauh dari keluhan-keluhan mengenai situasi atau penderitaan-penderitaan itu, kita harus berterima kasih karenanya. Ayub 5:11, "Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan yang Mahakuasa."
Orang saleh pun memiliki banyak masalah. Namun, pada saat mereka menyadari keadaan mereka dan sangat membutuhkan pertolonganNya, mereka berdoa dan Tuhan menolong mereka. Ketergantungan pada Tuhan mendorong mereka bertumbuh, gembira dan bahagia. Selain itu, tiap kali anda mengatasi dengan benar-benar masalah-masalah yang anda hadapi, anda meningkatkan kesehatan dan kekuatan mental anda.
"Kecemasan adalah buta, dan tidak dapat melihat masa depan; tetapi Yesus dapat melihat dari awal hingga akhir. Dalam setiap kesusahan Dia mempunyai cara dalam memberikan kelegaan. Bapa kita di surga memiliki 1000 cara untuk menyediakannya bagi kita, yang kita tidak ketahui sama sekali. Mereka yang melayani dan menghormati Allah tidak akan merasa kebingungan dan akan memperoleh jalannya"  Ellen G White.
Tidak ada satupun yang terjadi tanpa sepengetahuanNya dan itu semua adalah yang terbaik bagi kita. Menerima segala masalah-masalah dan penderitaan hidup dengan bersyukur berdasarkan Roma 8:28 "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah"   Segala sesuatu bekerja sama demi kebaikan kita. Adalah keuntungan bagi kita apabila kita berharap padaNya saat kita mengatasi segala masalah dan penderitaan dengan penuh tanggung jawab.
Yesaya 26:4, "Percayalah kepada Tuhan selama-lamanya, sebab Tuhan Allah adalah gunung batu yang kekal". Jika kita benar-benar percaya padaNya, hasilnya akan dinyatakan seperti dalam Yesaya 26:3, "Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepadaMu-lah ia percaya"
Ya, jika kita percaya pada Tuhan, kita akan mengalami kedamaian yang sempurna. Sempurna artinya suatu sikap yang sehat !
Nenek Clemmons berusia 94 tahun. Dia adalah seorang yang sangat rajin. Dia mencintai kehidupan. Dia mengasihi Allah. Dia mengasihi keluarganya. Dia menyukai pekerjaannya. Dia telah menghabiskon waktunya setiap pagi untuk membersihkan jendela. Pada jam 11:00 pagi, tampaknya sesuatu telah terjadi padanya. Pada siang hari, pada saat dia masuk ke rumah dia mengatakan pada anak-anaknya, "Saya kira waktu saya telah tiba. Siapkan segala sesuatunya." Sore itu pada jam 3:00, dia meninggal dunia. Tidak ada penderitaan, tidak ada penyakit yang menghilangkan keberaniannya. Dia adalah seorang yang sangat bersyukur baik di dalam kematiannya begitu juga pada masa kehidupannya. Dia telah menjalankan kehidupannya hanya dalam perlindungan Tuhan, kecemasan dan rasa takut telah hilang selamanya. Keluarganya mendapat kekuatan melihat kegigihan imannya dan dia adalah berkat bagi setiap orang yang datang kepadanya. "Tuhan Allah, biarlah kiranya Engkau memberikan kami kepercayaan dan keyakinan diri yang sama didalam Mu."
Oleh
Arie Asnaldi, S.Pd

Belajar adalah suatu proses perubahan tingka laku yang potensial  terhadap situasi tertentu yang diperoleh dari pengalaman  yang dilakukan  secara berulang-ulang. Hilgard, (1981) menurut Singer (1980), belajar adalah perubahan-perubahan  prilaku  yang potensial  yang tercermin  sebagai  akibat dari latihan dan pengalaman masa lalu terhadap situasi tugas tertentu. Belajar menurut pendapat para ahli  lain adalah perubahan tingka laku  atau perubahan  kecakapan yang mampu bertahan dalam waktu tertentu dan bukan  berasal dari proses pertumbuhan. Menurut Bloom (1955) belajar  adalah perubahan  tingkah laku  sebagai hasil  belajar dapat dikelompokan  ke dalam 3 ranah , yaitu : a) kognitif  b) afektif, c) Psikomotor. 
Berdasarkan beberapa pengertian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa  belajar adalah sebagai proses perubahan  tingkah  yang relatif  permanen  sebagai akibat  dari latihan  atau pengalaman.
            Belajar gerak secara khusus dapat diartikan sebagai suatu proses perubahan atau modifikasi , tingkah laku  individu  akibat  dari latihan  dan kondisi laingkungan (Drowaszky, 1981). Lebih lanjut  Schmidt (1988), menyatakan bahwa belajar  gerak mempunyai beberapa ciri, yaitu : a) merupakan  serangkaian  proses, b) menghasilkan kemampuan  untuk berespon, c) tidak dapat diamati  secara langsung, bersifat relatif permanen, d) sebagai hasil latihan, e) bisa menimbulkan efek neqatif. Dalam belajar gerak  ada beberapa gerak dasar yang harus dikuasai  oleh setiap anak usia dini. Adapun gerak dasar yang dimaksudkan dapat digambarkan sebagai berikut
Pendidikan Jasmani di Indonesia memiliki tujuan untuk keselarasan antara badan dan perkembangan jiwa, yang merupakan suatu usaha untuk  membuat bangsa menjadi sehat  lahir dan bathin, yang din yatakan dalam UU Nomor 4 th 1950, tentang dasar-dasar pendidikan di sekolah. Dengan demikian Pendidikan Jasmani sangatlah dibutuhkan sekali bagi masyarakat, apalagi dalam pendidikan jasmani telah dijelaskan tujuannya, adalah:
1.  Meningkatkan perkembangan organ tubuh untuk kesehatan dan 
kesegaran jasmani
2.  Perkembangan otot
3.  Perkembangan mental emosional
4.  Perkembangan kerja sama dan sosial 
5.  Perkembangan intlektual secara mendasar
Selanjutnya tujuan pendidikan Nasional yang diterapkan dalam UU RI Nomor II Tahun 1989 tentang pendidikan Nasional, bahwa tujuan pendidikan termasuk pendidikan jasmani di Indonesia adalah pengembangan manusia Indonesia seutuhnya. Yang maksudnya adalah yang beriman dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, sehat jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, serta rasa tanggung jawab bermasyarakat dan berbangsa. Maka dengan demikian bagi para pelaku, dan pendidik hal ini perlu dipahami, dan dilaksanakan, serta dikembangkan supaya dapat diperoleh manusi yang tangguh dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga Bangsa akan dihargai dan dihormati oleh Bangsa lain.
Pendidikan Jasmani adalah pendidikan melalui aktifitas fisik, mental dan emosional. Dimana Pendidikan Jasmani mempelajari hubungan antara gerakan-gerakan tubuh manusia dengan pikiran, seperti pengaruh aktivitas fisik atau latihan fisik terhadap pertumbuhan  dan perkembangan manusia. Sedangkan difinisi Pendidikan Jasmani menurut James A Baley dan David A adalah: aktvitas fisik yang memakai  otot besar dengan usaha yang serius  atau sungguh-sungguh. Jadi Pendidikan Jasmani  melalui  suatu proses pendekatan yang benar  dan pembelajaran secara organik, neuromuskular, intelektual, sosial, budaya, emosional dan secara estetika dalam masyarakat,



Oleh:
Arie Asnaldi, S.pd


Sebelum kita membahas tentang pengertian secara mendalam mengenai Pendidikan Jasmani, Maka kita melihat dulu bagaimana dengan sejarah dan perkembangan Pendidikan Jasmani di Indonesia, supaya lebih paham dan lebih mengerti tentang pendidikan jasmani dalam peroses pembelajaran yang terjadi di Sekolah Dasar.

A. Pengertian pendidikan jasmani
            Pengertian Pendidikan jasmani dari para ahli berbeda-beda secara konsep dasar namun secara perinsip baleh dikatakan sama, yang  menggunakan aktivitas fisik untuk menghasilkan kebugaran secara menyeluruh dari kondisi  fisik, mental, dan emosional seseorang. Pendidikan jasmani ada dalam realitas bidang perhatian yang luas. Dasarnya adalah perbaikan dan kemampuan gerak manusia. Lebih khusus lagi, ia berkaitan dengan hubungan antara gerak manusia dengan bidang-bidang pengetahuan lainnya, disini juga dapat dilihat hubungan antara perkembangan jasmani terhadap pikiran, jiwa, prilaku dalam bermasyarakat yang perlu dikembangkan. Definisi Pendidikan Jasmani Salah satu definisi yang paling akhir ditulis oleh Jesse Feiring Williams: “Pendidikan Jasmani adalah tentang sejumlah aktivitas-aktivitas fisik manusia yang dipilih, dan dilaksanakan dengan maksud untuk mencapai hasil yang bermanfaat bagi tubuh”. William menekankan satu hal bahwa walaupun pendidikan jasmani diartikan mengajar dengan fisik, melalui penggunaan aktivitas-aktivitas fisik, tujuannya adalah melampaui fisik tersebut. Ia mencoba untuk mempengaruhi semua bidang perkembangan pendidikan, termasuk pertumbuhan mental dan sosial para siswa. Sementara tubuh diperbaiki secara fisik, pikiran harus mempelajari dan mengembangkan, dan harus ada juga perkembangan sosial, seperti belajar bekerja sama dengan orang lain.
            Harrold M. Barrow menempatkan pendidikan jasmani ke dalam konteks tujuan pengembangan pendidikan tradisonal secara luas, dengan menyatakan :
Pendidikan jasmani dapat didefinisikan sebagai “sebuah pendidikan melalui gerakan manusia di mana banyak tujuan-tujuan kependidikan dicapai dengan maksud aktivitas-aktivitas otot dalam olahraga, pertandingan, senam, tari (dansa) dan pemanasan”. Yang hasilnya adalah seseorang yang dididik secara jasmani.
Dalam menempatkan pendidikan jasmani ke dalam total pengalaman kependidikan, Barrows menekankan bahwa pengalaman pendidikan jasmani harus berhubungan dengan proses pendidikan total dan keseluruhan hidup pada masing-masing manusia.
Jan Felshin menyatakan bahwa pendidikan jasmani terfokus pada usaha dan aktivitas otot besar. Pendidikan jasmani tidak lagi dihubungkan dengan gerakan manusia pada saat bekerja. Ia sudah terfokus pada gerakan fisik dalam bermain, berolahraga, dan gerakan fungsi dasar dari tubuh manusia.
Sedangkan menurut Margono (1996) menyatakan bahwa Pendidikan  jasmani adalah proses pemenuhan kebutuhan  pribadi  siswa yang meliputi  aspek  kognitif, efektif, dan psikomotor yang secara eksplisif dapat  terpuaskan melalui  semua bentuk kegiatan jasmani yang diikutinya  dan menurut Sujudi (2006) Pendidikan Jasmani dalah prose pendidikan yang mmemanfaatkan aktivitas manusia  yang direncanakan secara sistimatis untuk menigkatkan aspek kognitif, afektif dan psikomotor.
Dari beberapa definisi di atas, maka dasar pokok pemikiran tersebut, dapat dikembangkan sebagai berikut;
1.    Pendidikan jasmani dilaksanakan sesuai dengan maksudnya; yaitu, semacam aktivitas jasmani atau beberapa macam gerakan yang dilibatkan.
2.    Aktivitas jasmani biasanya dilakukan cukup semangat, ia dihubungkan dengan gerakan motorik kasar, dan kemampuan yang ada tidak harus dikembangkan dengan baik atau mutu tinggi untuk memperoleh manfaatnya.
3.    Walaupun siswa tersebut memperoleh manfaat-manfaat ini melalui sebuah proses fisik, manfaat pendidikan tersebut bagi siswa juga meliputi
Perbaikan area non-fisik seperti pertumbuhan intelektual, sosial dan estetika.
            Dengan demikian Pendidikan Jasmani adalah  proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani yang direncanakan secara sistimatik, yang bertujuan untuk meningkatkan individu secara organik, neromaskuler , perseptual, kognitif dan emosional.  Ringkasnya, maksud dari pendidikan jasmani adalah jelas: Pendidikan jasmani menggunakan fisik untuk mengembangkan keseluruhan masing-masing siswa. Hal ini merupakan sifat bahwa pendidikan jasmani bukan merupakan bagian dari wilayah pendidikan lainnya. Kita harus memandang istilah jasmani dengan luas, dengan latar belakang yang lebih abstrak, sebagai sebuah keadaan dari pikiran sebagaimana halnya dengan tubuh manusia.
                   Berdasarkan pengertian tersebut, maka pelaksanaan Pendidikan Jasmani dilapangan  harus memahami asumsi dasar sebagai berikut:
1.    Pembelajaran Pendidikan Jasmani adalah proses pendidikan berpusat kepada siswa.
2.    Pembelajaran Pendidikan Jasmani  harus memfokuskan pada keunikan dan perbedaan individu
3.    Pembelajaran Pendidikan Jasmani  harus mengutamatakan  kebutuhan siswa ke arah pertumbuhan  dan kematangan di dalam semua domain, yaitu kognitif, afaktif, dan psikomotor
4.    Hasil pembelajaran Pendidikan Jasmani  harus dikaitkan dengan kebutuhan  yang dapat dicapai secara nyata.
5.     Pembelajaran  yang melibatkan kegiatan fisik  yang dilakukan meliputi semua pengalaman gerak dasar kompetitif dan ekspresi
Selanjutnya menurut Annarino, et all (1990) ada  delapan ciri program Pendidikan Jasmani yang baik, yaitu :
1.    Merupakan  salah satu bagian  integral yang tak  terpisahkan  dari usaha  pendidikan sekolah secara keseluruhan.
2.    Merupakan salah satu  proses  yang dapat memberikan pengalaman  secara  seimbang serta akan mendorong pertumbuhan  dan perkembanga di dalam domai fisik, serta , psikomotor, kognitif, dan afektif
3.    Harus disarakan  pada interes, kebutuhan tujuan , dan kemampuan dari siswa  yang dilayani.
4.    Memberi pengalaman yang dikaitkan  dengan bidang-bidang  dasar kehidupan dan sesuai dengan tingkat kematangan  peserta didik.
5.    Bagian integral dari masyarakat  yang dilayani.
6.    Tersedia fasilitas yang memadai, alokasi dan waktu yang  cukup, peralatan yang memadai , kepemimpinan , dorongan  dan memberikan  suatu gerak  dari kegiatan  yang diinginkan  oleh siswa seluas-luasnya
7.    Suatu kerja sama yang lebih  dekat dengan petunjuk  program sekolah
8.    salah satu cara untuk mempercepat dan mendorong pertumbuhan  yang profesional  dan kesejahteraan  guru harus terlibat  di dalamnya.
                   Berdasarkan uraian di atas, maka filosofi Pendidikan Jasmani  modern Bucher  (1999) mengatakan, program pebelajaran  penjas di Sekolah  harus didasarkan pada komponen, yaitu:

1.    Berpusat pada siswa
2.    Disesuaikan dengan  lingkungan sekolah
3.    Didasarkan pada  perhatian  dan keinginan  anak  yang dihubungkan  dengan sekolah.
4.    Guru sebagai pemandu merencanakan  program  kegiatan bersama-sama siswa.
5.    Dipusatkan  pada pengembangan  anak  secara total, fisik, emosional, dan sosial  yang perlu  di sempurnakan  dan  ditambah dengan kebutuhan  mental.
6.    Pelajaran pribadi  secara langsung, memberikan kesempatan  untuk menunjukkan  kreativitas  sosialisasi, pemecahan masalah, dan bereksperimen.
7.     Berhubungan dengan masyarakat dan bekerja  sama dengan  keluarga.
8.    Kurikulum yang Universal
9.    Disiplin pribadi dan membantu lingkungan sekolah
10. Menjamin pengembangan siswa secara individu.
11. Dilaksanakan melalui ide-ide baru dalam belajar.
                   Berdasarkan penjelasan tentang pelaksanakan Pendidikan Jasmani di lapangan harus memahami tentang keadaan siswa sebagai obyek pembelajaran, kurikulum, sarana dan prasaranan dan bekerja sama dengan siswa dan  masyarakat serta orang tua , dalam proses pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Jasmani di sekolah.

B. Tujuan  Pendidikan Jasmani di Sekolah
                   Tujuan  Pendidikan Jasmani yang ingin di capai  dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani  di Sekolah   menurut kurikulum KBK tahun 2004  adalah:
1.    Melaksanakan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai dalam Pendidikan Jasmani.
2.    Membangun  landasan kepribadian yang kuat, sikap cinta damai , sikap sosial dan toleransi  dalam konteks kemajemukan  budaya etnis  dan agama.
3.    Menumbuhkan kemampuan berfikir  kritis melalui pelaksanaan tugas –tugas ajar Pendidikan Jasmani.
4.    Mengembangkan sikap  sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, kerjasama , percaya diri dan demokratis  melalui aktivitas jasmani , permainan  dan olahraga.
5.    Mengembangkan  keterampilan  gerak dan keterampilan berbagai macam permainan dan olahraga  seperti: permainan dan olahraga, aktivitas  pengembangan, uji diri/senam, aktivitas ritmik, akuatik (aktivitas air), dan pendidikan luar kelas (outdoor education)
6.    Mengembangkan keterampilan  pengelolaan  diri dalam upaya pengembangan  dan pemeliharaan  kebugaran jasmani, serta  pola hidup sehat  melalui berbagai  aktivitas  jasmani dan olahraga.
7.    Mengembangkan keterampilan  untuk menjaga  kesimbangan diri sendiri dan olarang lain.
8.    Mengetahui dan memehami  konsep aktivitas  jasmani  dan olahraga sebagai sebagi informasi untuk mencapai kesehatan , kebugaran , dan pola hidup sehat.
9.    Mampu mengisi waktu luang dengan aktivitas jasmani  yang bersifat kreatif .  
                   Sedangkan menurut Bucher (1979:45) ada 5 tujuan yang hendak dicapai melalui pendidikan jasamni , yaitu :
1.    Organik, aspek ini terkait dengan masalah kemampuan siswa mengembangkan kekuatan otot, daya tahan kardiovaskuler, dan kelentukan.
2.    Neuromuskuler. Aspek ini terkait dengan masalah kemampuan siswa dalam mengembangkan keterampilan lokomotor, kerampilan non lokomotor, dan bentuk-bentuk  keterampilan  dasar permainan, faktor-faktor gerak, keterampilan  olahraga  dan rekreasi.
3.    Interperatif. Aspek ini berkaitan dengan masalah kemauan siswa untuk menyelidiki, menemukan, memperoleh pengetahuan  dan membuat  penilaian . Memahami peraturan  permainan, megukur keamanan, dan tata cara  atau sopan santun, dan disiplin. Menggunakan strategi  dan tehnik  yang termasuk  didalam kegiatan organisasi. Mengetahui fungsi-fungsi tubuh yang berhubungan dengan aktivitas  fisik. Menggunakan evaluasi, dan penilaian  yang dihubungkan  dengan jarak, waktu, ruang, tenaga, kecepatan, dan ketentuan yang  digunakan  dalam pelaksanakan pembelajaran. Dan tak lupa memahami faktor pertumbuhan dan perkembangan umur anak yang berhubungan dengan gerak.
4.    Sosial. Aspek ini terkait  dengan masalah kemampuan siswa melakukan penilaian terhadap diri sendiri dan oranglain  dengan menghubungkan  individu  untuk masyarakat  dan lingkungannya. Kemampuan dalam membuat penilaian dalam suatu situasi kelompok. Belajar berkomunikasi  dengan orang lain. Berkemampuan  untuk merubah  dan menilai  ide-ide dalam kelompok. Pengembangan  dan  fase-fase sosial dari kepribadian,  dan nilai  agar menjadi  anggota masyarakat yang berguna. Mengembangkan  sifat-sifat kepribadian yang positif. Belajar untuk membangun  waktu senggang yang bermanfaat. Mengembangkan sikap yang mengambarkan karakter moral yang baik.
5.    Emosional. Aspek ini terkait dengan masalah kemampuan siswa melakukan  respon  yang sehat terhadap  kegiatan fisik melalui pemenuhan kebutuhan –kebutuhan dasar. Mengembangkan tindakan-tindakan  positif dalam menonton dan keikutsertaan  baik  pada saat berhasil maupun  kalah. Menyalurkan tekanan  melalui kegiatan –kegiatan fisik yang bermanfaat. Mencari jalan keluar untuk ekspresi  dan kreativitas untuk didri-sendiri. Mewujudkan suatu pengalaman seni berasal  dari kegiatan-kegiatan  yang terkait . berkemampuan untuk memiliki kegembiraan atau kesengsaraan.
                   Kemudian Pendidikan Jasmani Menurut Gabbar (1975) ada tiga tujuan  pokok yang harus dicapai, yaitu  a) psikomotor, b)kognitif, c) afektif. Aspek pskomotor meliputi pertumbuhan biologis, kebugaran  yang berhubungan dengan kesehatan dan keterampilan, efisiensi di dalam gerakan, dan sekumpulan dari keterampilan gerak. Aspek kognitif merupakan  kemampuan untuk berpikir (penelitian, kreativitas, dan pemecahan masalah secepat mungkin) kemampuan perseptual, kesadaran gerak, dan dukungan atau dorongan akademik. Aspek afektif meliputi kegembiraan , konsep diri, sosialaisasi, kerja sama (hubungan kelompok), sikap dan apresiasi untuk aktivitas fisik.

Kenapa Siswa Perlu Pendidikan Jasmani?

Oleh:
Arie Asnaldi, S.Pd

            Manusia dilahirkan kedunia oleh Allah SWT, tidak bisa langsung berjalan seperti mahluk lainnya . Oleh karena itu perlu diajari bergerak  mulai dari gerakan yang  sangat sederhana kepada gerakan yang  agak sulit  seperti  duduk, merangkak, berdiri dan berjalan , pelaksanaan gerak sepeti ini berjalan sesuai dengan umur dan pertumbuhan fisik  anak itu sendiri. Anak yang diajari bermacam- gerak semenjak kecil sesuai dengan pertumbuhan  sampai umur 5  (lima) , maka gerakan motorik anak seletelah masuk Sekolah akan lebih baik. Proses bermacam – macam  gerak tersebut  yang diajar pada anak  waktu balita , akan tesimpan di Otak, di daerah Engram memory, sehingga pada waktu  di Sekolah dasar anak akan lebih mudah melakukan gerakan-gerakan yang diberikan oleh guru. Pendidikan Jasmani sangat perlu diberikan sejak anak lahir ke Dunia dan di sekolah untuk meransang pertumbuhan, dan perkembangan fisik anak sampai  ke Perguruan Tinggi untuk dapat dipertahankan, dan dapat meningkatkan kebugaran  jasmani. Kegiatan ini tentu tidak muda dilakukan, karena kita berhubungan dengan banyak orang dan tingkat umur yang berbeda-beda, Ini adalah tugas dari para pendidik Jasmani yang memahami betul tentang gerak dan kebugaran, serta perkembangan kemampuan secara kognetif, psykomotor, dan afektif. Maka dari itu tentu para ahli tentang pendidikanJasmani berusaha mencarikan  model, dan bentuk yang efektif dalam pelaksanaan pembelajaran yang akan dilakukan terhadap anak, yang dimulai dari sejak bayi sampai pada perguruan Tinggi dan dapat meningkatkan kebugaran Jasmaninya. Berdasarkan kemampuan dan bahan yang dimiliki, serta kurikulum yang ada  dari penulis, maka dalam pembahasan yang akan dilakukan adalah bagaimana sebaiknya dan model yang bagaimana yang harus diberikan terhadap Siswa SD, SLTP, dan di SLTA, yang disesuaikan dengan tingkat umur,kemampuan dan tak lupa bagaimana karakteristik anak senang dalam bermain, terutama sekali pada siswa usia Sekolah Dasar.  Berarti Pendidikan Jasmani sangat perlu diberikan kepada  siswa, karena dapat meransang pertumubuhan perkembangan, dan memibina sikap,  mental, kognitif , afektif, serta dapat meningkatkan kebugaran jasmani siswa.


CONTOH MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI
DI SEKOLAH DASAR

Bidang Studi             : Pendidikan Jasmani
Cabang                      : Atletik
Materi                         : Reaksi Gerakan
Waktu                         : 2 x 40 menit

I.          Informasi Awal
Dalam pembelajaran dilakukan terhadap siswa sekolah dasar kelas IV s/d  kelas VI dengan jumlah 41 orang siswa terdiri dari 20 p dan 21 pi. Lapangan yang dibutuhkan sepanjang 20 m dan lebar 10 m. Waktu 2 x 40 menit dan keamanan perlu diperhatikan.

II.         Penggunaan Waktu
a.    Sebelum waktu masuk, 5 menit menyiapkan alat yang dibutuhkan
b.    Waktu masuk 10 menit siap dengan alat dan mengambil absen siswa
c.    15 menit pemanasan umum dan khusus
d.    45 menit latihan inti
e.    10 menit penenangan dan penutup
f.     Waktu 5 menit untuk persiapan menghadapi pelajaran lain
III.        Tujuan
1.    Siswa dapat memperoleh kebugaran dengan baik dan senang melakukan aktivitas gerakan.
2.    Siswa dapat melakukan gerakan reaksi melalui mata, telinga dan sentuhan dengan baik
3.    Siswa dapat memahami tentang gerakan reaksi yang terjadi
4.    Siswa dapat melakukan kerjasama dengan teman dan kelompok dalam pelaksanaan gerakan

IV.       Pelaksanaan
a.    Waktu 5 menit mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan dari gudang
b.    Dengan dibantu oleh siswa kita siapkan alat sampai dilapangan dan absen serta berdoa
c.    Memberikan informasi terhadap siswa pelaksanaan kegiatan yang akan dilakukan selama pemanasan :
1.    Jogging dengan membuat nama, tempat dan tanggal lahir
2.    Dalam keadaan lari, apabila ada informasi 5, kumpul lima.
      Apabila ada informasi 7, 8, 10, kumpul. Dan apabila ada yang lebih berikan hukuman
3.    Peregangan secara umum, mulai dari kepala sampai ke kaki dengan informasi dari guru dan jangkauan tangan, gerakan badan serta kaki seadanya.
d.    Inti
1.    Siswa diberi kesempatan duduk dengan posisi letter U dan guru di depan jarak + 5 meter yang digunakan untuk istirahat dan memberikan informasi selanjutnya.
2.    Menginformasikan tentang reaksi gerak secara umum bagi anak usia dasar yaitu terbagi 3 :
a.    Reaksi melewati informasi mata
b.    Reaksi melewati telinga
c.    Reaksi melewati kulit
3.   Pelaksanaan gerakan reaksi melewati mata
      Siswa dibariskan dua berbanjar dengan jarak 1 meter depan, kiri dan kanan. Putra sama putra dan putri sama putri.

Contoh :























                                           
Kelompok A            
                        X   X   X    X   X   X   X


                        X   X   X    X   X   X   X
Kelompok B                            
                       


Keterangan :
i.      Apabila informasi dari Guru diturunkan tangan maka kelompok A lari dan kelompok B mengejar demikian sebaliknya, posisi lari lurus
ii.    Pelaksanaan sama tapi disini tiap kelompok pegang tangan,
yang lari pegang tangan yang mengejar juga pegangan
                       tangan.
5.    Pelaksanaan gerakan reaksi lewat telinga (posisi barisan tetap).
Pelaksanaan sama tetapi dilakukan informasi lewat telinga.
Contoh : Kelompok A                : Hitung
               Kelompok B                 : Hilang
Belajar dan berlatih reaksi gerak melalui informasi lewat telinga
6.    Pelaksanan gerakan melalui sentuhan (Posisi barisan sama)
Guru langsung memberi informasi melalui sentuhan.
Tiap kelompok atau individu atau dua orang siapa yang kena
sentuh lari yang tidak mengejar demikian sebaliknya.

V.        Informasi lain :
ð   Hal ini bisa dilakukan melalui individu, berteman dan berkelompok
ð  Jarak lari dibatasi sesuai dengan luasnya lapangan
ð  Jumlah yang berlebih dijadikan Satu
ð  Bisa juga dilakukan dengan membawa bola, contoh bola besar dan hal lain yang tidak akan menyebabkan cedera
ð  Guru harus siap dengan kegiatan selanjutnya
ð  Mohon peraturan diterangkan sejelas-jelasnya
VI.       Alat yang dibutuhkan
            w  Pluit 1 buah
            w  Bola 2 buah
w  Bilah atau bambu batas jarak
VII.      Evaluasi
            w  Melihat aktivitas secara individu dan kelompok
            w  Aktivitas gerak reaksi dari tiap siswa yang melakukan
            w  Melihat penerimaan informasi dan gerakan dilakukan
            w  Kemampuan analisis dan informasi yang diberikan
            w  Kegembiraan yang terjadi bagi anak
w  Kesenangan melakukan gerakan
VIII.     Penutup
Siswa istirahat dan memberikan evaluasi serta diakhiri dengan bernyanyi bersama.                                             
            Dari contoh yang dikemukakan diatas maka dapat diambil beberapa hal yang menjadi dasar terlaksananya pembelajaran Pendidikan Jasmani dengan baik, yaitu:
  1. Materi yang diberikan saangat cocok dengan tingkat umur siswa dalam melakukan aqktivitas, dan juga peraturan permainnan sangat sesuai dengan anak-anak usia sekolah dasar.
  2. Bentuk pemanasan dan inti pembelajaran sesuai sekali dengan tujuan pembelajaran dan pemanasan dan latihan inti searah, maka pembelajaran disenangi oleh siswa kelas IV, V, dan kelas VI. Hal ini Guru dalam memodivikasi sangat sesuai dengan kebuituhan dari siswa.
  3. Dalam pembelajaran ini seorang Guru di tuntut untuk mempunyai konsep yang matang, maka diharapkan seorang guru mampu, danterampil dalam semua yang diharapkan siswa.
Dengan demikian ada beberapa syarat yang perlu bagi seorang Guru dalam memodivikasi, karena apa saja yang akan dimodivikasi?, yaitu:
a.    Modivikasilah dalam bentuk permainan sederhana
b.    Modivikasi dalam peralatan
c.    Modivikasi dalam gerakan
d.    Modivikasi dalam jumlah peserta
e.    Modivikasilah peraturan sesederhana mungkin, dan dipahami
     oleh peserta dengan baik.