Oleh:
Arie Asnaldi, S.Pd
Manusia dilahirkan kedunia oleh Allah SWT, tidak bisa langsung berjalan seperti mahluk lainnya . Oleh karena itu perlu diajari bergerak mulai dari gerakan yang sangat sederhana kepada gerakan yang agak sulit seperti duduk, merangkak, berdiri dan berjalan , pelaksanaan gerak sepeti ini berjalan sesuai dengan umur dan pertumbuhan fisik anak itu sendiri. Anak yang diajari bermacam- gerak semenjak kecil sesuai dengan pertumbuhan sampai umur 5 (lima) , maka gerakan motorik anak seletelah masuk Sekolah akan lebih baik. Proses bermacam – macam gerak tersebut yang diajar pada anak waktu balita , akan tesimpan di Otak, di daerah Engram memory, sehingga pada waktu di Sekolah dasar anak akan lebih mudah melakukan gerakan-gerakan yang diberikan oleh guru. Pendidikan Jasmani sangat perlu diberikan sejak anak lahir ke Dunia dan di sekolah untuk meransang pertumbuhan, dan perkembangan fisik anak sampai ke Perguruan Tinggi untuk dapat dipertahankan, dan dapat meningkatkan kebugaran jasmani. Kegiatan ini tentu tidak muda dilakukan, karena kita berhubungan dengan banyak orang dan tingkat umur yang berbeda-beda, Ini adalah tugas dari para pendidik Jasmani yang memahami betul tentang gerak dan kebugaran, serta perkembangan kemampuan secara kognetif, psykomotor, dan afektif. Maka dari itu tentu para ahli tentang pendidikanJasmani berusaha mencarikan model, dan bentuk yang efektif dalam pelaksanaan pembelajaran yang akan dilakukan terhadap anak, yang dimulai dari sejak bayi sampai pada perguruan Tinggi dan dapat meningkatkan kebugaran Jasmaninya. Berdasarkan kemampuan dan bahan yang dimiliki, serta kurikulum yang ada dari penulis, maka dalam pembahasan yang akan dilakukan adalah bagaimana sebaiknya dan model yang bagaimana yang harus diberikan terhadap Siswa SD, SLTP, dan di SLTA, yang disesuaikan dengan tingkat umur,kemampuan dan tak lupa bagaimana karakteristik anak senang dalam bermain, terutama sekali pada siswa usia Sekolah Dasar. Berarti Pendidikan Jasmani sangat perlu diberikan kepada siswa, karena dapat meransang pertumubuhan perkembangan, dan memibina sikap, mental, kognitif , afektif, serta dapat meningkatkan kebugaran jasmani siswa.
CONTOH MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI
DI SEKOLAH DASAR
Bidang Studi : Pendidikan Jasmani
Cabang : Atletik
Materi : Reaksi Gerakan
Waktu : 2 x 40 menit
I. Informasi Awal
Dalam pembelajaran dilakukan terhadap siswa sekolah dasar kelas IV s/d kelas VI dengan jumlah 41 orang siswa terdiri dari 20 p dan 21 pi. Lapangan yang dibutuhkan sepanjang 20 m dan lebar 10 m. Waktu 2 x 40 menit dan keamanan perlu diperhatikan.
II. Penggunaan Waktu
a. Sebelum waktu masuk, 5 menit menyiapkan alat yang dibutuhkan
b. Waktu masuk 10 menit siap dengan alat dan mengambil absen siswa
c. 15 menit pemanasan umum dan khusus
d. 45 menit latihan inti
e. 10 menit penenangan dan penutup
f. Waktu 5 menit untuk persiapan menghadapi pelajaran lain
III. Tujuan
1. Siswa dapat memperoleh kebugaran dengan baik dan senang melakukan aktivitas gerakan.
2. Siswa dapat melakukan gerakan reaksi melalui mata, telinga dan sentuhan dengan baik
3. Siswa dapat memahami tentang gerakan reaksi yang terjadi
4. Siswa dapat melakukan kerjasama dengan teman dan kelompok dalam pelaksanaan gerakan
IV. Pelaksanaan
a. Waktu 5 menit mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan dari gudang
b. Dengan dibantu oleh siswa kita siapkan alat sampai dilapangan dan absen serta berdoa
c. Memberikan informasi terhadap siswa pelaksanaan kegiatan yang akan dilakukan selama pemanasan :
1. Jogging dengan membuat nama, tempat dan tanggal lahir
2. Dalam keadaan lari, apabila ada informasi 5, kumpul lima.
Apabila ada informasi 7, 8, 10, kumpul. Dan apabila ada yang lebih berikan hukuman
3. Peregangan secara umum, mulai dari kepala sampai ke kaki dengan informasi dari guru dan jangkauan tangan, gerakan badan serta kaki seadanya.
d. Inti
1. Siswa diberi kesempatan duduk dengan posisi letter U dan guru di depan jarak + 5 meter yang digunakan untuk istirahat dan memberikan informasi selanjutnya.
2. Menginformasikan tentang reaksi gerak secara umum bagi anak usia dasar yaitu terbagi 3 :
a. Reaksi melewati informasi mata
b. Reaksi melewati telinga
c. Reaksi melewati kulit
3. Pelaksanaan gerakan reaksi melewati mata
Siswa dibariskan dua berbanjar dengan jarak 1 meter depan, kiri dan kanan. Putra sama putra dan putri sama putri.
Contoh :
Kelompok A
X X X X X X X
X X X X X X X
Keterangan :
i. Apabila informasi dari Guru diturunkan tangan maka kelompok A lari dan kelompok B mengejar demikian sebaliknya, posisi lari lurus
ii. Pelaksanaan sama tapi disini tiap kelompok pegang tangan,
yang lari pegang tangan yang mengejar juga pegangan
tangan.
5. Pelaksanaan gerakan reaksi lewat telinga (posisi barisan tetap).
Pelaksanaan sama tetapi dilakukan informasi lewat telinga.
Contoh : Kelompok A : Hitung
Kelompok B : Hilang
Belajar dan berlatih reaksi gerak melalui informasi lewat telinga
6. Pelaksanan gerakan melalui sentuhan (Posisi barisan sama)
Guru langsung memberi informasi melalui sentuhan.
Tiap kelompok atau individu atau dua orang siapa yang kena
sentuh lari yang tidak mengejar demikian sebaliknya.
V. Informasi lain :
ð Hal ini bisa dilakukan melalui individu, berteman dan berkelompok
ð Jarak lari dibatasi sesuai dengan luasnya lapangan
ð Jumlah yang berlebih dijadikan Satu
ð Bisa juga dilakukan dengan membawa bola, contoh bola besar dan hal lain yang tidak akan menyebabkan cedera
ð Guru harus siap dengan kegiatan selanjutnya
ð Mohon peraturan diterangkan sejelas-jelasnya
VI. Alat yang dibutuhkan
w Pluit 1 buah
w Bola 2 buah
w Bilah atau bambu batas jarak
VII. Evaluasi
w Melihat aktivitas secara individu dan kelompok
w Aktivitas gerak reaksi dari tiap siswa yang melakukan
w Melihat penerimaan informasi dan gerakan dilakukan
w Kemampuan analisis dan informasi yang diberikan
w Kegembiraan yang terjadi bagi anak
w Kesenangan melakukan gerakan
VIII. Penutup
Siswa istirahat dan memberikan evaluasi serta diakhiri dengan bernyanyi bersama.
Dari contoh yang dikemukakan diatas maka dapat diambil beberapa hal yang menjadi dasar terlaksananya pembelajaran Pendidikan Jasmani dengan baik, yaitu:
- Materi yang diberikan saangat cocok dengan tingkat umur siswa dalam melakukan aqktivitas, dan juga peraturan permainnan sangat sesuai dengan anak-anak usia sekolah dasar.
- Bentuk pemanasan dan inti pembelajaran sesuai sekali dengan tujuan pembelajaran dan pemanasan dan latihan inti searah, maka pembelajaran disenangi oleh siswa kelas IV, V, dan kelas VI. Hal ini Guru dalam memodivikasi sangat sesuai dengan kebuituhan dari siswa.
- Dalam pembelajaran ini seorang Guru di tuntut untuk mempunyai konsep yang matang, maka diharapkan seorang guru mampu, danterampil dalam semua yang diharapkan siswa.
Dengan demikian ada beberapa syarat yang perlu bagi seorang Guru dalam memodivikasi, karena apa saja yang akan dimodivikasi?, yaitu:
a. Modivikasilah dalam bentuk permainan sederhana
b. Modivikasi dalam peralatan
c. Modivikasi dalam gerakan
d. Modivikasi dalam jumlah peserta
e. Modivikasilah peraturan sesederhana mungkin, dan dipahami
oleh peserta dengan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar