Senin, 06 Juni 2011

Oleh
Arie Asnaldi, S.Pd

Belajar adalah suatu proses perubahan tingka laku yang potensial  terhadap situasi tertentu yang diperoleh dari pengalaman  yang dilakukan  secara berulang-ulang. Hilgard, (1981) menurut Singer (1980), belajar adalah perubahan-perubahan  prilaku  yang potensial  yang tercermin  sebagai  akibat dari latihan dan pengalaman masa lalu terhadap situasi tugas tertentu. Belajar menurut pendapat para ahli  lain adalah perubahan tingka laku  atau perubahan  kecakapan yang mampu bertahan dalam waktu tertentu dan bukan  berasal dari proses pertumbuhan. Menurut Bloom (1955) belajar  adalah perubahan  tingkah laku  sebagai hasil  belajar dapat dikelompokan  ke dalam 3 ranah , yaitu : a) kognitif  b) afektif, c) Psikomotor. 
Berdasarkan beberapa pengertian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa  belajar adalah sebagai proses perubahan  tingkah  yang relatif  permanen  sebagai akibat  dari latihan  atau pengalaman.
            Belajar gerak secara khusus dapat diartikan sebagai suatu proses perubahan atau modifikasi , tingkah laku  individu  akibat  dari latihan  dan kondisi laingkungan (Drowaszky, 1981). Lebih lanjut  Schmidt (1988), menyatakan bahwa belajar  gerak mempunyai beberapa ciri, yaitu : a) merupakan  serangkaian  proses, b) menghasilkan kemampuan  untuk berespon, c) tidak dapat diamati  secara langsung, bersifat relatif permanen, d) sebagai hasil latihan, e) bisa menimbulkan efek neqatif. Dalam belajar gerak  ada beberapa gerak dasar yang harus dikuasai  oleh setiap anak usia dini. Adapun gerak dasar yang dimaksudkan dapat digambarkan sebagai berikut
Pendidikan Jasmani di Indonesia memiliki tujuan untuk keselarasan antara badan dan perkembangan jiwa, yang merupakan suatu usaha untuk  membuat bangsa menjadi sehat  lahir dan bathin, yang din yatakan dalam UU Nomor 4 th 1950, tentang dasar-dasar pendidikan di sekolah. Dengan demikian Pendidikan Jasmani sangatlah dibutuhkan sekali bagi masyarakat, apalagi dalam pendidikan jasmani telah dijelaskan tujuannya, adalah:
1.  Meningkatkan perkembangan organ tubuh untuk kesehatan dan 
kesegaran jasmani
2.  Perkembangan otot
3.  Perkembangan mental emosional
4.  Perkembangan kerja sama dan sosial 
5.  Perkembangan intlektual secara mendasar
Selanjutnya tujuan pendidikan Nasional yang diterapkan dalam UU RI Nomor II Tahun 1989 tentang pendidikan Nasional, bahwa tujuan pendidikan termasuk pendidikan jasmani di Indonesia adalah pengembangan manusia Indonesia seutuhnya. Yang maksudnya adalah yang beriman dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, sehat jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, serta rasa tanggung jawab bermasyarakat dan berbangsa. Maka dengan demikian bagi para pelaku, dan pendidik hal ini perlu dipahami, dan dilaksanakan, serta dikembangkan supaya dapat diperoleh manusi yang tangguh dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga Bangsa akan dihargai dan dihormati oleh Bangsa lain.
Pendidikan Jasmani adalah pendidikan melalui aktifitas fisik, mental dan emosional. Dimana Pendidikan Jasmani mempelajari hubungan antara gerakan-gerakan tubuh manusia dengan pikiran, seperti pengaruh aktivitas fisik atau latihan fisik terhadap pertumbuhan  dan perkembangan manusia. Sedangkan difinisi Pendidikan Jasmani menurut James A Baley dan David A adalah: aktvitas fisik yang memakai  otot besar dengan usaha yang serius  atau sungguh-sungguh. Jadi Pendidikan Jasmani  melalui  suatu proses pendekatan yang benar  dan pembelajaran secara organik, neuromuskular, intelektual, sosial, budaya, emosional dan secara estetika dalam masyarakat,



Tidak ada komentar: