Oleh
Arie Asnaldi, S.Pd
Berdasarkan beberapa pengertian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah sebagai proses perubahan tingkah yang relatif permanen sebagai akibat dari latihan atau pengalaman.
Belajar gerak secara khusus dapat diartikan sebagai suatu proses perubahan atau modifikasi , tingkah laku individu akibat dari latihan dan kondisi laingkungan (Drowaszky, 1981). Lebih lanjut Schmidt (1988), menyatakan bahwa belajar gerak mempunyai beberapa ciri, yaitu : a) merupakan serangkaian proses, b) menghasilkan kemampuan untuk berespon, c) tidak dapat diamati secara langsung, bersifat relatif permanen, d) sebagai hasil latihan, e) bisa menimbulkan efek neqatif. Dalam belajar gerak ada beberapa gerak dasar yang harus dikuasai oleh setiap anak usia dini. Adapun gerak dasar yang dimaksudkan dapat digambarkan sebagai berikut
Pendidikan Jasmani di Indonesia memiliki tujuan untuk keselarasan antara badan dan perkembangan jiwa, yang merupakan suatu usaha untuk membuat bangsa menjadi sehat lahir dan bathin, yang din yatakan dalam UU Nomor 4 th 1950, tentang dasar-dasar pendidikan di sekolah. Dengan demikian Pendidikan Jasmani sangatlah dibutuhkan sekali bagi masyarakat, apalagi dalam pendidikan jasmani telah dijelaskan tujuannya, adalah:
1. Meningkatkan perkembangan organ tubuh untuk kesehatan dan
kesegaran jasmani
2. Perkembangan otot
3. Perkembangan mental emosional
4. Perkembangan kerja sama dan sosial
5. Perkembangan intlektual secara mendasar
Selanjutnya tujuan pendidikan Nasional yang diterapkan dalam UU RI Nomor II Tahun 1989 tentang pendidikan Nasional, bahwa tujuan pendidikan termasuk pendidikan jasmani di Indonesia adalah pengembangan manusia Indonesia seutuhnya. Yang maksudnya adalah yang beriman dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, sehat jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, serta rasa tanggung jawab bermasyarakat dan berbangsa. Maka dengan demikian bagi para pelaku, dan pendidik hal ini perlu dipahami, dan dilaksanakan, serta dikembangkan supaya dapat diperoleh manusi yang tangguh dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga Bangsa akan dihargai dan dihormati oleh Bangsa lain.
Pendidikan Jasmani adalah pendidikan melalui aktifitas fisik, mental dan emosional. Dimana Pendidikan Jasmani mempelajari hubungan antara gerakan-gerakan tubuh manusia dengan pikiran, seperti pengaruh aktivitas fisik atau latihan fisik terhadap pertumbuhan dan perkembangan manusia. Sedangkan difinisi Pendidikan Jasmani menurut James A Baley dan David A adalah: aktvitas fisik yang memakai otot besar dengan usaha yang serius atau sungguh-sungguh. Jadi Pendidikan Jasmani melalui suatu proses pendekatan yang benar dan pembelajaran secara organik, neuromuskular, intelektual, sosial, budaya, emosional dan secara estetika dalam masyarakat,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar